Sabtu, 30 Oktober 2010

contoh dari pembunuhan disengaja :

Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Didi Syafirdi - detikNews






Jakarta - Sesosok bayi perempuan ditemukan tewas di dalam kamar mandi sebuah rumah di Jl Setia Raya XIII Rt 02 Rw 08 Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Diduga bayi naas ini tewas setelah dicekik oleh ibunya, Desy (20).

"Aku suruh tetangga panggil bidan, kata bidan bayinya mati dicekik," ujar Emi (70) di Polsek Tanjung Duren, Kamis (28/10/2010).

Sejak 7 bulan lalu tinggal di Jakarta, Emi mengaku tidak tahu kalau cucunya ini sedang mengandung. Sore tadi sekitar pukul 15.15 WIB Emi mendapati cucunya berada di dalam kamar mandi dalam waktu yang cukup lama. Dia sempat mendengar suara cucunya merintih kesakitan.

Mendengar itu Emi berusaha membuka pintu, tapi tidak bisa. Kemudian Emi langsung meminta pertolongan dari tetangganya. Betapa terkejutnya Emi ketika melihat Desi sudah tergeletak lemas di lantai kamar mandi bersama bayinya.

"Saya dengar dia berteriak sakit," imbuhnya.

Setelah itu ibu dua anak ini bersama bayinya langsung dibawa ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk mendapat perawatan. Tapi sayang sang jabang bayi sudah tidak bisa diselamatkan.

Ditemui di Ruang Instalasi Gawat Darurat, Desy yang masih tergolek lemah belum bisa berbicara banyak. Ketika ditanya ibu muda ini terus mengeluh sakit di bagian perutnya. "Masih sakit," ujar Desi datar.

Apakah benar ibu membunuh bayi itu? "Saya masih sakit," katanya sambil memegang perut.

Dia juga mengungkapkan kalau di Jakarta dia tinggal bersama nenek dan anak pertama Saskia (4), sedang suaminya berada di Dumai, Riau. "Suami saya di Riau," ungkapnya.

Sedangkan Ema menuturkan, sejak 7 bulan lalu dibawa ke Jakarta karena rumah tangga sang cucu dengan suaminya sudah tidak harmonis. Perlakuan kasar sering dialami oleh Desy. "Suami suka kasar," tandasnya.

(did/ape)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!





http://www.detiknews.com/read/2010/10/28/220048/1478197/10/bayi-perempuan-ditemukan-tewas-di-kamar-mandi




contoh pembunuhan tak disengaja :

Pelaku Penyabet Celurit Istri Diduga Idap Gangguan Jiwa
Samsul Hadi - detikSurabaya




Korban di ICU/File

Kediri - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Desa Bogem, Kecamatan Gurah, seorang suami menyabet celurit ke istri diselidiki Satuan Reskrim Polres Kediri. Slamet, pria yang tega melakukan hal itu kepada istrinya, Hetty Novitasari diduga mengidap gangguan jiwa.

Hal itu dikatakan oleh Wati, pembantu rumah tangga di kediaman Slamet dan Hetty. Indikasinya, sebelum menganiaya istrinya dengan sebilah celurit, Slamet juga pernah 2 kali membunuh wanita yang telah memberinya 2 momongan tersebut.

"Saya lupa persisnya kapan, tapi pernah dulu. Saat itu bapak mencekik ibu, untungnya kok ketahuan keluarga besar," kata Wati kepada wartawan yang menemuinya di luar Ruang ICU RSUD Pelem Pare, Rabu (15/9/2010).

Selain mencoba membunuh istrinya, Slamet juga diketahui pernah melakukan percobaan hal yang sama kepada neneknya. Aksi tak wajar pria pekerja serabutan itu juga digagalkan, setelah kepergok keluarga besarnya.

"Kalau ke nenek sekali. Tapi saya tidak tahu apa yang dilakukan dan kapan terjadinya," tegas Wati.

Meski begitu Hetty tidak berani menyimpulkan, sejumlah tindakan aneh majikannya
tersebut sebagai indikasi dia mengalami gangguan jiwa. Dia mengaku selama berumah tangga dengan Hetty, Slamet belum pernah menunjukkan tanda-tanda sebagai orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

"Tindakannya memang aneh-aneh, tapi apakah itu indikasi gila saya tidak tahu. Yang saya tahu, waktu muda dulu bapak ini suka mabuk dan minum pil koplo," tandasnya.

Sementara setelah sehari menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Gambiran, Hetty mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Meski demikian dia belum bisa berkomunikasi, karena diduga masih shock dengan apa yang dialaminya.

"Mungkin trauma atau bagaimana. Atas dasar itu juga kami putuskan masih tetap
merawatnya di ICU," ungkap Humas RSUD Pelem Abdul Roziq.

Secara terpisah Humas Polres Kediri AKP Mansur mengatakan, pihaknya hingga kini masih memeriksa pelaku. Terkait dilakukan pemeriksaan kejiwaan, Mansur mengaku tidak menutup kemungkinan hal itu dilakukan.

"Apakah nantinya dilakukan pemeriksaan kejiwaan, yang dapat saya tegaskan sekarang adalah pemeriksaan masih berlangsung," tegas Mansur.

Sebelumnya, warga di Desa Bogem, Kecamatan Gurah, digemparkan dengan penganiayaan yang dilakukan Slamet kepada Hetty Novitasari, istrinya. Akibat penganiyaan diduga cemburu itu, korban mengalami luka robek di dahi dan perut sepanjang 6 cm patah tulang iga kedua, patah jari tengah, putus otot tendon pergelangan tangan kiri dan mendapat amputasi untuk ibu jari tangan kanannya.

(fat/fat)




http://surabaya.detik.com/read/2010/09/15/161459/1441170/475/pelaku-penyabet-celurit-istri-diduga-idap-gangguan-jiwa



contoh semi pembunuhan :

Gara-gara Berzina, 3 Orang Dilempari Batu & Didor
Rita Uli Hutapea - detikNews






Islamabad - Gara-gara berzina, dua pria dan seorang perempuan dilempari batu. Bukan cuma itu, ketiga orang itu pun ditembak mati. Peristiwa mengenaskan ini terjadi di wilayah kesukuan Bara, distrik Khyber, Pakistan, yang berbatasan dengan Afghanistan. Eksekusi itu dilakukan oleh para ekstremis pro-Taliban, gerakan Lashkar-i-Islam dengan disaksikan sekitar 800 warga setempat. Ketiga korban diikat dengan tali. Para pemimpin suku dan warga lainnya berkumpul di lapangan terbuka untuk melempari mereka dengan batu. Dua anggota kelompok garis keras Lashkar-i-Islam kemudian menembak mereka dengan senapan Kalashnikov. Trio itu pun tewas di tempat. "Orang-orang Lashkar-i-Islam menangkap mereka dan setelah diselidiki, terbukti bahwa mereka bersalah atas perzinaan," ujar seorang anggota Lashkar-i-Islam kepada kantor berita AFP, Kamis (15/3/2007). Para anggota kelompok agama itu menyerbu sebuah rumah pada Senin 12 Maret lalu dan menculik ketiga korban. Penyerbuan ini dilakukan setelah warga mencurigai mereka melakukan kegiatan "terlarang". Pemerintahan setempat tidak bisa berbuat apa-apa dengan eksekusi itu. Penyebabnya, badan-badan kesukuan di wilayah tersebut bersifat semi-otonomi dan hukum Pakistan tidak berlaku. "Kami memang mendengar tentang pembunuhan itu. Namun kami tidak ikut campur dalam masalah-masalah yang terkait kebiasaan dan tradisi suku," kata seorang pejabat setempat. Pembunuhan ini terjadi kurang dari dua bulan setelah sepasang sejoli diikat ke pohon dan dilempari batu hingga tewas di Desa Donga Bonga, Provinsi Punjab. Aksi itu dilakukan keluarga mereka yang marah karena keduanya berzina. (ita/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!















http://www.detiknews.com/read/2007/03/15/151932/754771/10/gara-gara-berzina-3-orang-dilempari-batu-didor






sekian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar